24 C
Mataram
Senin, April 12, 2021
Indonesia
1,566,995
Total Kasus
Updated on 12/04/2021 04:34
Beranda NTB Dompu Tidak Dilibatkan Mengangkut Raw Sugar, Puluhan Supir Dam Truck Lakukan Aksi Mogok

Tidak Dilibatkan Mengangkut Raw Sugar, Puluhan Supir Dam Truck Lakukan Aksi Mogok

DOMPU, PELITANEWS – Puluhan Supir Dam Truk di wilayah Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Senin (18/1/2021) melakukan aksi mogok dengan cara memarkirkan kendaraannya menutupi jalur jalan masuk menuju Pabrik Gula milik PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) Desa Doropeti.

Aksi ini, dilakukan untuk meminta kepada PT. CIT selaku penyedia jasa transportasi dan PT. SMS agar melibatkan (merekrut) para supir Dan Truk lokal untuk mengangkut Raw Sugar dari pelabuhan Calabai menuju pabrik gula PT. SMS. Aksi ini, mengakibatkan aktivitas mobil yang mengangkut Raw Sugar menjadi terhambat. Namun, hal ini mampu diredam saat Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos tiba dilokasi dan melakukan mediasi pertemuan antara para supir (massa aksi) dengan PT SMS, PT CIT dan pihak lainnya.

Pada pertemuan ini, salah seorang perwakilan massa aksi menyampaikan agar perusahaan bisa melibatkan para supir dam truk lokal untuk mengangkut Raw Sugar. “Inilah alasan kenapa kami melakukan aksi mogok. Aksi ini, kali kedua (Minggu – Senin 18 Januari 2021) kami lakukan dengan tuntutan yang sama,” ungkap Tamrin Hadu (Supir Dam Truk) warga Desa Doropeti.

Kata Tamrin Hadu, PT. CIT hanya memberikan rekomendasi 16 unit kendaraan lokal dibawah kendali CV. Sinar Pekat. “Kenapa hanya mereka direkrut. Ko, kami tidak,” heranya.

Perlu diketahui juga, sesuai dengan kesepakatan awal hadirnya PT. SMS untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di Kecamatan Pekat. Selain itu, perusahaan gula ini pun telah berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat lokal termasuk kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat.

“Kami berharap PT. SMS dan PT. CIT agar bisa merangkul kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat tanpa membatasi jumlahnya,” harap Tamrin Hadu.

Disela waktu, Manajer Eksternal Relation PT. SMS Kabupaten Dompu Muhammad Haryanto, meminta kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ia pun menjelaskan, kehadiran PT. SMS tentunya juga untuk mensejahterakan masyarakat.

“Jika ada permasalahan mari kita selesaikan secara baik-baik tanpa melakukan aksi hingga mengakibatkan aktifitas menjadi terhambat,” katanya.

Lanjut Muhammad Haryanto, perusahaan ini tidak akan bisa maju tanpa ada dukungan dari masyarakat. “Kami berharap kepada para sopir kendaraan lokal agar menerima kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT,” terangnya.

Disela waktu juga, Koordinator Kendaraan Lokal (CV. Sinar Pekat), Rudi, pada pertemuan ini pun menjelaskan, terkait kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT, dirinya telah menyampaikan kepada para sopir untuk menentukan opsi yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT.

Namun sayangnya, para sopir yang berjumlah 28 orang tetap tidak menerima dan ngotot untuk masuk dalam kegiatan bongkar muat. “Saat ini jumlah kendaraan yang hadir sebanyak 20 unit dan kembali meminta kepada pihak PT. CIT agar mengikut mereka dalam pengangkutan Raw Sugar,” jelasnya.

Rudi menyebut, dalam pertemuan kemarin tidak ada kesepakatan antara para sopir kendaraan lokal dengan pihak PT. CIT karena pihak PT. CIT hanya memberikan kebijakan kepada kendaraan lokal yang ingin turut serta dalam kegiatan bongkar muat Raw Sugar maksimal sebanyak 16 unit.

“Bahkan kendaraan lokal ini melakukan kegiatan bongkar muat dengan sistem rolling atau secara bergantian. Hal dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di areal pelabuhan sehingga aktifitas pengangkutan Raw Sugar berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos, mengatakan, sebelumnya dalam pertemuan kemarin malam sudah disepakati oleh para sopir kendaraan lokal untuk tidak melakukan aksi yang menghambat aktifitas pengangkutan Raw Sugar.

Namun sayangnya, hari ini aksi para supir ini kembali melakukan aksi protes dengan melakukan penghadangan terhadap kendaraan kendaraan yang melakukan bongkar muat.

“Pihak PT. CIT telah memberikan kebijakan atau pilihan kepada para sopir kendaraan lokal untuk melakukan kegiatan bongkar muat yang sebelumnya 10 unit menjadi 16 unit. Pilihan kedua yakni kendaraan sebanyak 28 unit dapat turut serta melakukan kegiatan bongkar muat namun dengan sistem rolling,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Banjir Sudah Menelan Biaya Rp.57 Milyar, Gubernur Ajak Masyarakat NTB Membangun Kesadaran Menjaga Kelestarian Hutan

MATARAM, PELITANEWS – Sejak banjir di Kota Bima tahun 2016 lalu BPNB Untuk Kota dan Kabupaen Bima telah mengeluarkan biaya tidak kurang 57 Milyar....

Pastikan Lingkungan Pasar Wajib Masker, Polsek Pujut Tak Henti Bagikan Masker

Lombok Tengah, PELITANEWS - Dalam rangka memastikan lingkungan pasar menjadi kawasan wajib masker, personel Polsek Pujut, Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat tidak...

Relawan Sahabat Odi Kolaborasi dengan Rumah Zakat serta RKP NTB bagi Paket Pendidikan, Dan Pendampingan Anak Korban Banjir Bima

BIMA, PELITANEWS - Kesatua Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) NTB , Rumah KAMMI Peduli NTB, Relawan Sahabat ODI, Rumah Zakat, Rumah KAMMI Peduli Sumbawa dan...

Jelang Hari Jadi ke 206, Pemda Dompu Gelar Dzikir dan Do’a Bersama

DOMPU, PELITANEWS - Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu menjelang Hari Jadi Kabupaten Dompu yang ke 206 menggelar acara Doa dan Dzikir bersama di Musholah pendopo...
error: Content is protected !!