24 C
Mataram
Senin, April 12, 2021
Indonesia
1,566,995
Total Kasus
Updated on 12/04/2021 03:33
Beranda Khusus Soal Kelangkaan Pupuk, Johan Minta Perbaiki Pola Pengawasan Penyaluran Pupuk di Lapangan

Soal Kelangkaan Pupuk, Johan Minta Perbaiki Pola Pengawasan Penyaluran Pupuk di Lapangan

JAKARTA, PELITANEWS – Menyikapi kelangkaan pupuk bersubsidi diberbagai wilayah yang terjadi disetiap musim petani memupuk pagi di sawah, anggota DPR RI Johan Rosihan meminta agar Asosiasi Distributor memperbaiki pola pengawasan di lapangan dan selalu memantau kinerja semua agen dan kios yang menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para petani.

Hal tersebut disampaikan anggota komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, serta lingkungan hidup dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Distributor Pupuk di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI Gedung Nusantara Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, pertengahan pekan ini.

Wakil rakyat dari Dapil I Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti pokok permasalahan yang selalu menyebabkan kelangkaan pupuk bersubsidi di berbagai wilayah yang terjadi setiap datang musim petani memupuk padi di sawah mereka yakni karena adanya pola perencanaan pupuk bersubsidi dalam bentuk Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Soal tersebut selalu bermasalah dari sisi substansi serta validitas data,” kata Johan.

Karena itu, Wakil rakyat dari Dapil I Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berharap agar KTNA, HKTI dan Asosiasi Distributor Pupuk dapat membantu mencarikan solusi pola lain yang lebih tepat, cepat dan mudah dalam proses distribusi pupuk bersubsidi karena selama ini pola RDKK hanya berbasis pada usulan kebutuhan kelompok tani yang mengajukan permohonan tetapi pemenuhannya hanya terbatas pada alokasi anggaran subsidi yang disiapkan pemerintah pada setiap tahun anggaran.

Dengan pola seperti ini, wajar jika setiap tahun terjadi kelangkaan pupuk karena alokasi anggaran yang disiapkan Pemerintah pimpinan Jokowi tidak bisa memenuhi usulan kebutuhan pupuk petani setiap tahunnya.

Johan mencontohkan, tahun lalu total anggaran yang dibutuhkan dari ajuan permohonan RDKK Rp 61,7 Triliun. Namun, dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran alias DIPA subsdi pupuk untuk 2019 hanya Rp 29,5 triliun dan dielaborasi melalui Alokasi Permentan untuk anggaran subsidi pupuk hanya Rp 27,3 triliun.
“Pola seperti ini bakal menyebabkan selalu terjadi kekurangan pupuk setiap tahunnya,” papar wakil rakyat yang memang dekat dengan para petani ini.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyoroti persoalan buruknya manajemen distribusi pupuk di lapangan dimana data RDKK tidak valid dan banyak penyimpangan yang terjadi sehingga menyebabkan rantai distribusi semakin kusut dan tidak terkontrol dengan baik.

Dia berharap semua asosiasi distributor pupuk segera menyampaikan data lengkap kelangkaan pupuk yang terjadi di daerah sehingga Pemerintah segera menanggulangi agar petani yang akan melakukan penanaman pada musim tanam berikutnya tidak dirugikan. “Saya meminta agar dilakukan pola efisiensi pemupukan yang lebih tepat sesuai kebutuhan hara tanah dengan melibatkan peran aktif dari Penyuluh Pertanian” tutup Johan Rosihan,ST.(np)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Banjir Sudah Menelan Biaya Rp.57 Milyar, Gubernur Ajak Masyarakat NTB Membangun Kesadaran Menjaga Kelestarian Hutan

MATARAM, PELITANEWS – Sejak banjir di Kota Bima tahun 2016 lalu BPNB Untuk Kota dan Kabupaen Bima telah mengeluarkan biaya tidak kurang 57 Milyar....

Pastikan Lingkungan Pasar Wajib Masker, Polsek Pujut Tak Henti Bagikan Masker

Lombok Tengah, PELITANEWS - Dalam rangka memastikan lingkungan pasar menjadi kawasan wajib masker, personel Polsek Pujut, Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat tidak...

Relawan Sahabat Odi Kolaborasi dengan Rumah Zakat serta RKP NTB bagi Paket Pendidikan, Dan Pendampingan Anak Korban Banjir Bima

BIMA, PELITANEWS - Kesatua Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) NTB , Rumah KAMMI Peduli NTB, Relawan Sahabat ODI, Rumah Zakat, Rumah KAMMI Peduli Sumbawa dan...

Jelang Hari Jadi ke 206, Pemda Dompu Gelar Dzikir dan Do’a Bersama

DOMPU, PELITANEWS - Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu menjelang Hari Jadi Kabupaten Dompu yang ke 206 menggelar acara Doa dan Dzikir bersama di Musholah pendopo...
error: Content is protected !!