32 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,577,526
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 13:16
Beranda Opini Saya Akan Bawa Malang ke Dompu (Hayalan Seorang Perantau di Malang)

Saya Akan Bawa Malang ke Dompu (Hayalan Seorang Perantau di Malang)

Oleh :
Yuliana Setia Rahayu

Nampaknya saya akan betah dan memutuskan untuk tinggal selamanya sebagai warga Malang.
Gak, gak,
Takut ada yg kangen.

Insyaallah kelak saat pulang, saya akan bawa Malang ke Dompu..

Konon beberapa tahun terakhir, Malang semakin padat, penduduk maupun kendaraan. Kondisi cuaca pun berganti sedikit demi sedikit. Suhu udara beberapa waktu terasa naik. Terasa sumuk (gerah- mbana kata orang Dompu).

Tapi, sumuknya Malang itu tetap adem loh gaes. Kenapa? Karena disini semua orang menanam tanaman. Gas-gas polusi, bisa dinetralisir oleh beberapa tanaman. Suplai O2 hasil fotosintesis tetap mampu menstabilkan suhu udara. Pohon-pohon besar dipertahankan dimanapun adanya. Meski kadang ngeri juga melihat pohon tua menjulang di samping jalan, khawatir roboh sewaktu-waktu.

Banyaknya kendaraan sedikit berpengaruh memang, lambat laun, ya bisa juga semuanya berubah jika tidak dijaga.

Malang pun bersih. Masyarakatnya rajin. Nampak kakek dan nenek disini masih sehat bugar, ikut beraktifitas menyapu halaman, memotong bunga, semua memberdayakan diri. Mungkin itulah karakter yg tertanam di diri mereka warga Malang, rapi, bersih dan asri. Sehingga mereka pun sehat dan fit meski sampai berusia lanjut. Banyak pedagang yg sudah sepuh, tua, tapi nampaknya sehat bugar.

Kelak, saya akan bawa pulang Malang. Saya akan membuat gerakan satu rumah satu kebun. Warga Malang yang rumahnya berhimpitan dalam gang saja bisa merawat beragam bunga di luar ataupun di dalam pagar rumahnya. Lebih-lebih masyarakat Dompu Bima, yang rata-rata masih punya halaman meski mungkin ada yang kecil.

Kelak kalau saya jadi bupati saya akan membagikan gratis bibit tanaman, pot tanaman, tanah gembur, dan sebagainya untuk memotivasi masyarakat agar menaman tanaman. Agar Dompu yang kini makin maju jagungnya, tidak bertambah-tambah panasnya.

Kalau ga jadi bupati semoga ini menjadi titipan saya buat bupati atau calon Bupati Dompu.

Dan kalau saya gak jadi bupati, ya, saya akan jadi penjual bunga lah. Kalau anda beli 5 pot, saya bonuskan 5 pot. Pokoknya gerakan ini harus sukses.

Adanya tanaman di rumah, di jalan, bahkan kalau bisa di gunungnya juga dipertahankan ya, adalah untuk mempertahankan iklim kita sendiri. Anomali cuaca sekarang adlh akibat ulah kita sendiri. Merusak lingkungan dan mengambil hak mereka, juga termasuk cara kita merusak diri sendiri.

Apa enaknya jika kelak punya uang, tapi harus tinggal di tempat yang panas, gersang, kekurangan air, bahkan mungkin kelak kekurangan oksigen karena tdk ada lagi yg memproduksi. naudzubillahi mindzalik

Ayo, kita wariskan kesejukan Malang di Dompu, atau dimana pun berada. Jangan hanya mencari nafkah dari lahannya. Tapi juga carilah berkah untuk anak cucu kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...

Pasar Ramadhan Esot Resmi Dibuka

LOMBOK TENGAH, PELITANEWS - Pasar Ramadhan Esot 2021 yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Nurul Yaqin Esot, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah secara resmi...

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021

DOMPU, PELITANEWS - Umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana hari ini, Selasa (13/4). Penting untuk memperhatikan jadwal imsak dan Subuh agar puasa...

Hari Jadi Dompu Ke 206, Bupati : Mari Menghargai Jasa Sesepuh Daerah

DOMPU, PELITANEWS - Bumi Nggahi Rawi Pahu berusia 206 tahun, Minggu (11/04/2021) Pemda Dompu di Lapangan Beringin, melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari...
error: Content is protected !!