24 C
Mataram
Senin, April 12, 2021
Indonesia
1,566,995
Total Kasus
Updated on 12/04/2021 03:33
Beranda Sosial Rawat Situs Doro Bente, Bhabinkamtibmas Inisiasi Bentuk Pokdarwis Desa Soritatanga

Rawat Situs Doro Bente, Bhabinkamtibmas Inisiasi Bentuk Pokdarwis Desa Soritatanga

DOMPU, PELITANEWS – Situs Doro Bente terletak di Desa Soritatanga Kec Pekat dengan koordinat antara 8º24.014′ – 8º23.999’LS dan 117º57.578′ – 118º7.197′ BT . Situs Doro Bente juga yang merupakan bagian dari geopark Tambora adalah bentukan lahan vulkanik berupa kawah kerucut parasit di kawasan Gunung Tambora. Luas terluar Doro Bente terkisar 12.04 Ha sementara luas area kawah 5.06 Ha. Bentuknya jika diperhatikan dari hasil foto udara, berbentuk bulan sabit melandai ke arah selatan dengan kemiringan ± 10°.

Melirik pada hal itu, Bhabinkamtibmas Desa Soritatanga Bripka Wawan berinisiatif merangkul organisasi Kepemudaan yang ada di Desa Soritatanga ke dalam wadah yang di namakan Kelompok Sadar Wisata yang mana di tunjuk sebagai Koordinatornya Sopian Hadis yang keseharian sangat aktif membantu kerja Balai Taman Nasional Tambora dalam mensosialisasikan pentingnya kecintaan terhadap Alam khususnya di kecamatan Pekat, kabupaten Dompu. Selasa, 17 November 2020.

untuk mewujudkan rasa kepedulian atas warisan Sejarah Tambora maka bhabikamtibmas soritatanga melakukan kegiatan gotong royong bersama sekelompok pemuda teresebut untuk membersihkan dan menata kembali suasana tanpa merubah kondisi asli areal Doro Bente dan menanam beberapa bibit Pohon Beringin dan Due untuk memperindah nantinya suasana.

Berbekal semangat bersama dengan tujuan mewujudkan Doro Bente sebagai sebuah Zona kawasan steril dan pusat penelitian dan wisata alam, Bhabinkamtibmas bersama para pemuda bersepakat akan tetap menjaga dan merawat serta memonitor langsung lewat kegiatan yang sama setiap minggunya, serta berharap Doro Bente menjadi sebuah nilai jual Pariwisata dengan estetika alam dan misteri pengetahuan di masa lalu.

“Doro Bente adalah Salah satu potensi Pariwisata alam dan sejarah yang perlu mendapat perhatian pemerintah, sebagai bentuk penghormatan atas warisan para Leluhur di masa silam yang di peruntukan bagi kita, tidak cukup kami saja namun perlu atensi juga dari Pemerintah dan seluruh Masyarakat dalam merawat dan menjaganya ” ungkapnya

Di jelaskannya, Doro Bente adalah simbol perjuangan Leluhur di kala itu yang mewarisi pengetahuan kepada kita anak cucunya bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjuangan dalam mempertahankan identitas dan kehormatan diri dan seluruh generasi.

Perlu di ketahui lanjut Bripka Wawan, bahwa pada bulan Mei tahun 2016 Balai Arkeologi Denpasar-Bali yang di Ketuai oleh Putu Yuda Haribuana dan tim melakukan penelitian selama satu minggu terhadap situs Doro Bente atau benteng pertahanan di savana Gunung Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat , hasil simpulan sementara bahwa Doro Bente adalah sisa Kerajaan Purba Pekat di bangun sekitar 400 tahun silam. Dalam teorinya, di mana ada benteng, di situ ada kehidupan manusia Kalau dihubungkan dengan peta geologi, umur daerah tersebut (Pekat) sekitar 1.500 sampai dengan 4.000 tahun.

Dikatakanya, Dalam kegiatan eskavasi saat itu tim mendapati satu mata panah yang terbuat dari logam. dan Penemuan mata panah itu mengindikasikan bahwa tingkat peradaban masyarakat cukup tinggi saat itu, kemudian di bawa ke Denpasar untuk di lakukan penelitian lebih mendalam.dan hasil Penelitian Balai Arkeologi Denpasar juga menyimpulkan, bahwa peradaban Kerajaan Pekat cukup tinggi jika merujuk pada temuan keramik, mata panah untuk perburuan, dan benteng yang berdiri sangat kukuh.

Sementara itu Sopian Hadis yang ditunjuk selaku koordinator dalam giat tersebut, sangat mengapresiasi langkah serta dukungan Bhabinkamtibmas Soritatanga Bripka Wawan dengan selalu ikut hadir dalam berbagai kegiataan kemasyarakatan dan terlebih dalam pembinaan terhadap Organisasi Kepemudaan yang saat ini fokus dalam menata Doro Bente sebuah Warisan Leluhur yang dapat memiliki nilai jual sebagai destinasi wisata Ilmu Pengetahuan sejarah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Banjir Sudah Menelan Biaya Rp.57 Milyar, Gubernur Ajak Masyarakat NTB Membangun Kesadaran Menjaga Kelestarian Hutan

MATARAM, PELITANEWS – Sejak banjir di Kota Bima tahun 2016 lalu BPNB Untuk Kota dan Kabupaen Bima telah mengeluarkan biaya tidak kurang 57 Milyar....

Pastikan Lingkungan Pasar Wajib Masker, Polsek Pujut Tak Henti Bagikan Masker

Lombok Tengah, PELITANEWS - Dalam rangka memastikan lingkungan pasar menjadi kawasan wajib masker, personel Polsek Pujut, Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat tidak...

Relawan Sahabat Odi Kolaborasi dengan Rumah Zakat serta RKP NTB bagi Paket Pendidikan, Dan Pendampingan Anak Korban Banjir Bima

BIMA, PELITANEWS - Kesatua Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) NTB , Rumah KAMMI Peduli NTB, Relawan Sahabat ODI, Rumah Zakat, Rumah KAMMI Peduli Sumbawa dan...

Jelang Hari Jadi ke 206, Pemda Dompu Gelar Dzikir dan Do’a Bersama

DOMPU, PELITANEWS - Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu menjelang Hari Jadi Kabupaten Dompu yang ke 206 menggelar acara Doa dan Dzikir bersama di Musholah pendopo...
error: Content is protected !!