25 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,583,182
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 23:02
Beranda Opini Perihal : Debat I = Cerdas Cermat

Perihal : Debat I = Cerdas Cermat

Oleh :
Kisman Pangeran, SH
Advokat

Beragam komentar dan pandangan baik secara langsung maupun melalui status FB berseliweran. Ada yang memuji paslon yang didukung ada pula yang mencemooh paslon lain yang tidak didukung. Dan hal itu menurut saya masih dalam bingkai kebebasan berpendapat.

Dalam sudut pandang yang lain, ada pula yang mengkritik soal ketidaksiapan KPU Kab.Dompu menyelenggarakan acara debat paslon ini, dengan alasan persiapannya kurang baik dan terlihat selama acara debat itu berlangsung sound system menjadi salah satu masalah terbesar, sampai-sampai ada salah satu paslon yang mengajukan protes dan meminta agar sound systemnya diperbaiki.

Pada ruang yang berbeda banyak juga masyarakat (pemilih) kecewa berat karena acara debat yang ditunggu-tunggu sama sekali tidak mencerminkan acara debat yang sebenarnya, yaitu elaborasi secara mendalam dan kritis terhadap visi, misi dan berbagai program unggulan yang ditawarkan para paslon.

Pun termasuk saya juga sangat kecewa karena gagal menyaksikan para calon pemimpin Dompu saling adu gagasan dan argumentasi dalam mempertahankan pendapat dan pandangannya.

Lalu atas kekecewaan ini, siapa yang harus disalahkan?

Menurut saya tidak etis kita menyalahkan para paslon ataupun menyalahkan pihak KPU yang tidak mempersiapkan dengan baik acara debat itu atau menyudutkan moderator yang dinilai kurang kreatif.

Menurut saya pribadi yang perlu dikritisi dan dievaluasi adalah teknis pelaksanaan debat. Baik dari sisi durasi waktu lebih-lebih aspek teknis pelaksanaan setiap sesi debatnya, yang seolah-olah disetting menghindari terjadinya perdebatan itu sendiri. Sehingga kepada para pemilih hanya disuguhi tontonan para paslon yang membaca visi, misi dan program secara tekstual, tetapi minim momen untuk lebih menguji kedalaman pemahaman dan pengetahuan para paslon terhadap visi, misi dan program yang dijual selama ini.

Akibatnya adalah, muncul penilaian dari pemilih bahwa semua paslon tidak ada yang layak menjadi pemimpin hanya dengan satu alasan paslon tidak memperlihatkan kemampuan yang sebenarnya. Padahal saya yakin ketiga paslon itu sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menunjukan yang terbaik, tetapi persiapan itu menjadi sia-sia belaka karena terjebak dalam aturan debat yang kaku dan terlihat seperti orang yang sedang Cerdas Cermat saja.

Dan KPUD Kab.Dompu harus bisa merespon dinamika ini secara cerdas dan terbuka, agar para pemilih bisa tahu tentang kapasitas ataupun kapabilitas para calon yang terbaik untuk dipilih tanggal 9 Desember nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kepala BNPB RI : Penanganan Hutan Gundul di NTB Harus Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

MATARAM, PELITANEWS - Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Monardo, penanganan bencana banjir akibat alih fungsi hutan di Provinsi NTB memerlukan...

Pemprov NTB Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan Dimasa Pandemi Covid-19

MATARAM, PELITANEWS - Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 M, di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan Surat...

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...
error: Content is protected !!