32 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,577,526
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 14:17
Beranda Opini Membaca Peluang Menang Kandidat Perempuan Pada Pilkada Dompu 2020

Membaca Peluang Menang Kandidat Perempuan Pada Pilkada Dompu 2020

Oleh :
Ardi Firdiansyah
Mahasiswa Ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

Sampai pada Rabu 25 November 2020 melalui situs resminya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu mengingatkan pemilih bahwa peyelenggaraan Pemilihan serentak tinggal 14 hari, artinya perjuangan para Pasangan Calon (Paslon) bupati dan Wakil Bupati Dompu memasuki waktu yang krusial dalam meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka. Seperti yang diketahui pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu diikuti oleh tiga Paslon, namun ada hal yang membedakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada sosok calon yang akan bertarung menjadi nahkoda di Bumi “Nggahi Rawi Pahu” lima tahun kedepan.

Dimana biasanya para calon yang akan bertarung hanya berasal dari kalangan laki-laki saja, namun tahun ini sosok perempuan mengambil peran sebagai calon yang akan menahkodai Bumi “Nggahi Rawi Pahu”. Kehadiran sosok perempuan diajang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu bukan hanya sebagai pelengkap saja, namun lebih dari itu kehadiran perempuan menjadi ajang pembuktian bahwa sosok perempuan juga mampu bersaing dengan laki-laki dalam memimpin suatu daerah khusus di Kabupaten Dompu.

Seperti yang kita ketahui bersama ada dua sosok perempuan yang maju dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu, diantara ialah Hj. Eri Aryani sebagai calon Bupati yang berpasangan dengan H. Ichtiar atau yang dikenal dengan jargon ERI-HI , sedangkan sosok kandidat perempuan lainnya ialah Ika Rizky Veryani sebagai calon Wakil Bupati yang mendampingi H. Syaifurrahman Salman dikenal dengan Jargon SUKA, dimana kedua pasangan tersebut akan bertarung dengan pasangan Abdul Kader Jaelani dan Haji Syahrul Parsan dengan Jargon AKJ-SYAH.

Tentu dalam petarungan tersebut ada yang kalah dan ada yang menang, namun yang pasti ketiga calon tersebut maju untuk menang begitu pun dengan sosok Umi Eri dan Chika. Mereka ialah sosok perempuan yang ingin membawa Dompu menjadi lebih baik, namun yang menjadi fokus pembahasan pada tulisan ini ialah mengenai peluang kemenangan Umi Eri sebagi sosok perempuan yang memberanikan diri maju sebagai calon Bupati pertama di Dompu. Namun sosok Umi Eri bukanlah sosok baru dikalangan masyarakat Dompu, selama sepuluh tahun ia berhasil mendampingi suaminya sebagai Bupati Dompu.

Dengan modal pengalaman sebagai ketua Penggerak PKK kabupaten Dompu menjadi modal awal Umi Eri dalam mencalonkan dirinya sebagai Bupati Dompu, selain itu Umi Eri tidak hanya hadir seabgai calon yang menumpang nama suaminya saja, namun ada beberapa program yang menjadikan Umi Eri mampu meraih dukungan masyakarat seabagai Bupati pada 9 Desember nanti. Umi Eri dan pasangannya membawa visi “Terwujudnya Masyarakat Dompu yang Mandiri dan Religius” dengan misi besarnya yaitu “Memperkuat Daya Bayar Masyarakat Dompu”. Dengan program-program yang sering disosialisasikan seperti melanjutkan program “TERPIJAR” yang menjadi program unggulan Kabupaten Dompu selama sepuluh tahun.

Selain itu ada inovasi-inovasi baru agar hasil pertanian masyarakat ialah dengan cara industrialisasi berbasis bahan baku lokal, artinya bahwa dengan adanya industrialisasi mampu memperkuat struktur ekonomi daerah, selain industrialisasi ada salah satu misi yang penulis baca dalam selebarannya ialah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, hal tersebut sejalan dengan apa yang sering disampaikan Umi Eri saat menyampaikan orasi politiknya, dimana beliau menyrakan agar masyrakat menanam pohon-pohon seperti pohon kelor atau pohon kemiri sebagai pembatas lahan pertanian yang dimiliki oleh petani.

Hal tersebut sudah sepatutnya dilakukan agar kedepannya hutan-hutan yang telah gundul secara perlahan direboisasi dengan tetap memperhatikan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama kalangan petani. Program lain yang dibangun oleh pasangan ERI-HI ialah program kembali ke rumah ibadah dan pekan olahraga Desa sampai pekan Olahraga Daerah sebagai ajang mencari bibit-bibit yang dimiliki oleh daerah.

Oleh karena itu kehadiran perempuan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu bukan suatu hal menjatuhkan kalangan perempuan, justru sebaliknya kehadiran perempuan menjadi moment kebangkitan perempuan Kabupaten Dompu, serta mampu membuktikan bahwa perempuan tidak hanya hadir sebagai sosok yang berada dirana domestik saja namun kehadiran perempuan sangatlah dibutuhkan dan dirindukan pada rana publik, sudah banyak contoh kepala daerah dari kalangan perempuan yang bisa membawa perubahan bagi daerahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...

Pasar Ramadhan Esot Resmi Dibuka

LOMBOK TENGAH, PELITANEWS - Pasar Ramadhan Esot 2021 yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Nurul Yaqin Esot, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah secara resmi...

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021

DOMPU, PELITANEWS - Umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana hari ini, Selasa (13/4). Penting untuk memperhatikan jadwal imsak dan Subuh agar puasa...

Hari Jadi Dompu Ke 206, Bupati : Mari Menghargai Jasa Sesepuh Daerah

DOMPU, PELITANEWS - Bumi Nggahi Rawi Pahu berusia 206 tahun, Minggu (11/04/2021) Pemda Dompu di Lapangan Beringin, melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari...
error: Content is protected !!