27 C
Mataram
Sabtu, April 10, 2021
Indonesia
1,562,868
Total Kasus
Updated on 10/04/2021 21:05
Beranda Opini Manusia, Politik, Dan Kekuasaan

Manusia, Politik, Dan Kekuasaan

Oleh :
Andi Fardian
Mahasiswa Desa Ranggo yang kuliah di Fisipol UGM


Apa yang dikejar dalam berpolitik praktis? Jawabannnya jelas; kekuasaan. Semua orang yang terlibat dalam politik praktis pasti ingin berkuasa. Tidak ada pengecualian. Kalau ada pendakwah yang terjun ke dunia politik praktis, pasti tujuan utamanya adalah bagaimana cara mencapai kekuasaan. Kalau dia guru, pasti ingin berkuasa. Kalau dia pengacara, kemudian masuk politik praktis, tentu saja karena ingin berkuasa. Bahkan kalau malaikat pun diberi nafsu untuk berpolitik praktis, tujuan utamanya tetaplah mencapai kekuasaan. Bisa-bisa malaikat lupa tugas utamanya sebagai kaki-tangan Tuhan. Makanya Tuhan tidak melengkapinya dengan server nafsu. Tanpa terkecuali pula pada orang-orang yang membentuk partai politik dengan berideologikan agama tertentu. Mereka pastilah ingin berkuasa. Tujuan utamanya bukan untuk meningkatkan tingkat relijiusitas umat.

Lantas, bagaimana dengan alasan terjun politik praktis demi kemaslahatan utama, membela agama Tuhan, berkontibusi bagi pembangunan bangsa, menyejahterahkan masyarakat, dan tujuan mulia lainnya? Oh itu hanya formalitas. Yang utama adalah kekuasaan. Visi-visi itu hanya menjadi kuda tunggangan untuk mencapai kekuasaan. Agama juga sering dijadikan alasan untun mencapai kekuasaan. Agama diperalat. Keyakinan dan kepercayaan berani mereka gadaikan, hanya untuk tujuan kepentingan sesaat.

Bahkan kadang Tuhannya dibawa-bawa namanya, hanya demi mencapai kekuasaan. Ada yang berteriak, “Kami ingin menegakkan agama Tuhan, maka dari kami masuk politik praktis,”. Ah yang benar? Tuhan bisa jadi murka melihat tingkat manusia yang sering membawa-bawa nama-Nya untuk kepentingan perut manusia. Kok, kepentingan perut? Ya, semua untuk perut, kok. Kekuasaan muaranya adalah perut pribadi dan perut kelompok. Bahkan dalam kelompok itu sendiri sering terjadi baku hantam karena gesekan kepentingan.

Visi-visi mulia itu hanya akan menjadi janji sebelum mencapai kekuasaan. Setelah kekuasaan diraih, persoalan ditepati atau tidak itu urusan nanti. Dan, bagi yang belum berhasil mencapai kekuasaan, visi-visi itu dikemas sebagai janji politik yang terus didengungkan sepanjang waktu sampai waktu yang tidak ditentukan.

Mengapa semua itu terjadi? Harap dimaklumi karena semua manusia ingin berkuasa. Setiap manusia ingin mengusai manusia lain. Itu sifat bawaan. Kita tidak perlu menyanggahnya.

Maka kalimat yang sungguh bijak berbunyi, “Kalau orang baik tidak terjun ke dunia politik (praktis), orang jahat akan menguasai” sangatlah klise. Semua itu berlaku karena manusia memang dilahirkan untuk saling berkompetisi dan saling “makan”. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan kekuasaan. Maka, saya agak membenarkan apa yang dikatakan W.S. Rendra, “Politik adalah cara merampok dunia, Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa”

Lantas, ada pertanyaan lagi. Kok, orang yang sudah berhasil mendapatkan kekuasaan ingin terus berkuasa sehingga janji-janji politik terus dilancarkan? Ya, wajar. Mana ada manusia yang rela melihat manusia lain berkuasa. Kalau ada aturan yang membatasinya untuk tidak lagi bertahan di singgasana, ya, dia akan mencari cara bagaimana terus berkuasa. Maka diputuskanlah adiknya, anaknya, kakaknya, ibunya, bapaknya, adiknya iparnya, dan keluarganya untuk melanjutkan hegomoni atas kekuasaan. Ya, siapa, sih, yang rela kekuasaan diambil alih oleh orang lain.

Kemudian, kok, yang belum berhasil mencapai kekuasaan masih terus istiqomah memperjuangkan kemaslahatan umat, menegakkan panji-panji Tuhan, dan visi mulia lainnya melalui aktivitas politik praktisnya? Oh, memperjuangkan kemaslahatan umat, menegakkan panji-panji Tuhan, dan lainnya hanya alat dan semacam pembungkus saja. Hal yang sebenarnya adalah istiqomah mengejar kekuasaan.

Semua adalah tentang kekuasaan. Hidup adalah tentang kekuasaan. Kekuasaan untuk menguasai hamba Tuhan yang lainnya. Menurut Anda bagaimana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Reses Tahap 1 Tahun 2021, Wakil Ketua DPRD Kunjungi Desa Basis

DOMPU, PELITANEWS – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu Muhammad Amin,S.Pd melaksanakan Reses Tahap I tahun 2021 di Desa Bara Kecamatan...

Reses I Tahun 2021, Iskandar PKS Bertekad Wujudkan Harapan Masyarakat

DOMPU, PELITANEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Dapil I Kecamatan Dompu, Pajo, dan Hu’u dari Partai Keadilan...

Dorna Sport Inspeksi Kesiapan Gelaran MotoGP di NTB

LOMBOK TENGAH, PELITANEWS - Dorna Sports inspeksi sirkuit MotoGP Mandalika, Lombok Tengah-NTB, Rabu (7/4) Kedatangan Dorna Sports ke Lombok sekaligus untuk melihat langsung progres...

Dilantik Nahkodai MIO NTB, Feryal Mukmin : MIO Hadir Untuk Membantu Membangun NTB

MATARAM, PELITANEWS – Feryal Mukmin Pertama resmi dilantik menahkodai Media Independen Online (MIO) Wilayah Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/4). Pelantikan yang digelar di Lombok Plaza...
error: Content is protected !!