25 C
Mataram
Kamis, April 15, 2021
Indonesia
1,583,182
Total Kasus
Updated on 15/04/2021 00:10
Beranda Headline Malapetaka Kekuasaan (Refleksi Gerakan 30 September/PKI)

Malapetaka Kekuasaan (Refleksi Gerakan 30 September/PKI)

Oleh :
Iwan Wahyudi
Penulis Buku Melawan Dengan Damai, Renungan Inspirasi Dimasa Pandemi

KEKUASAAN,  siapapun tentu menginginkannya, kenapa? Karena dengan kekuasaan sebagian keinginan manusia dapat dicapai, kekayaan juga ketenaran. Pada hakikatnya kekuasaan adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengelola dan menata apa yang dikuasainya guna meningkatkan harkat, martabat dan kebahagiaan bersama.

Namun, berjalannya waktu kemudian akan membuktikan seperti apa sesungguhnya pemilik kuasa. Hampir semua manusia melakukan segala cara untuk menggenggam kekuasaan. Orang baik akan menggunakan cara-cara yang etis dan bermartabat, sedangkan mereka yang dalam rongga hatinya dipenuhi nafsu angkara akan menggunakan 1001 jalan baik halal maupun haram untuk duduk dalam kekuasaan.

Yang lebih berbahaya jika para perebut kuasa menggunakan beraneka topeng malaikat untuk menipu rakyat agar menambatkan simpati dan mandat. Namun, setelah kuasa ditangan jangankan rakyat yang lugu, jujur, polos bahkan berpendidikan rendah saja yang dikhianati, teman seperjuangan bahkan yang memasang badan dalam kondisi mempertaruhkan nyawapun akan disingkirkan untuk melanggengkan kekuasaan, supaya tak ada riak dalam menikmati kekuasaan, agar tak ada duri dalam daging renyah kekuasaan yang sedang dilahapnya.

30 Sepember 1965 adalah sepenggal kisah dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang tentunya akan menjadi jejak tak bisa dihapuskan ketika berbicara tentang Negeri ini. Lepas dari kontroversi apapun yang ada didalamnya. Baik itu scenario Amerika dengan CIAnya, jumlah korban sepanjang penumpasan PKI, Misteri Supersemar dan lain sebagainya. Saya melihatnya semua berawal dari bagaimana memberlakukan kekuasaan (meraih, mengelola dan mendistribusikan).

Peristiwa semacam ini bukan tidak mungkin akan terulang lagi, baik itu berskala lebih kecil maupun besar didalam tubuh bangsa ini. Hal itu tentu saja tidak serta merta timbul seketika, namun memiliki jangka yang cukup panjang seperti peristiwa 30 September 1965 dengan factor-faktor pemicunya.

Kekuasaan bisa melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran atau kebalikannya akan melahirkan malapetaka. Malapetaka bisa selesai bersamaan dengan usainya peristiwa, namun yang lebih pahit jika ia melahirkan dendam dan menumbuh suburkan amarah berbagai generasi dibawahnya. Ini sangat berbahaya ibarat menyimpan bara dalam sekam. Malapetaka kekuasan bisa berupa : Ketimpangan ekonomi, diskriminasi perlakuan antar daerah, dominasi asing atas kemandirian bangsa, bobroknya perilaku penyelenggara Negara yang menindas, tebang pilih dalam penegakan hukum dan sebagainya.

Penguasa dengan sebesar apapun kekuasan digenggamannya jangan merasa nyaman jika menyadari melakukan penyimpangan, namun rakyat diam karena tidak bisa berbuat apapun melawan. Tapi yang perlu diyakini bahwa DIAM itupun sebenarnya adalah bentuk perlawanan yang pada waktunya nanti menemukan titik klimaks ledakan, bisa jadi pada saat penguasa sedang lengah dalam buaian kekuasaan yang berbuah malapetaka.

Ujung Pena Cordova 03, 30 Sepetember 2016Sambil menunggu Nonton Film Pengkhianatan G 30 S/PKI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kepala BNPB RI : Penanganan Hutan Gundul di NTB Harus Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

MATARAM, PELITANEWS - Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Monardo, penanganan bencana banjir akibat alih fungsi hutan di Provinsi NTB memerlukan...

Pemprov NTB Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan Dimasa Pandemi Covid-19

MATARAM, PELITANEWS - Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 M, di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan Surat...

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...
error: Content is protected !!