24.8 C
Mataram
Minggu, Mei 9, 2021
Indonesia
1,709,762
Total Kasus
Updated on 09/05/2021 00:07
Beranda Hukrim Lima Kades Sepakat Tidak Ada Lagi Perang Petasan di Perbatasan Sembung dan...

Lima Kades Sepakat Tidak Ada Lagi Perang Petasan di Perbatasan Sembung dan Merembu

MATARAM, PELITANEWS – Video berdurasi 11 detik yang merekam perang petasan di perbatasan Desa Sembung, Kecamatan Narmada dan Desa Merembu Kecamatan Labuapi Lombok Barat viral di media sosial. Video tersebut semakin menjadi pusat perbincangan setelah dibagikan secara berantai melalui aplikasi Whatsapp. Video riuhnya letupan petasan ini terjadi Minggu (18/04/2021) setelah subuh. Tapi mulai viral dan diperbincangkan hari Rabu (21/04/2021).

Lokasi perang petasan tersebut di tanah kosong yang jauh dari perumahan warga. Yaitu di perbatasan lima Desa di Lombok Barat.

Sebelum viral, lima Kepala Desa (Kades) yang berbatasan ini langsung menggelar pertemuan. Mereka kemudian sepakat kejadian tersebut tidak terulang lagi. Lima kades ini juga hadir langsung memberikan klarifikasi di Mapolresta Mataram, Rabu (21/04/2021). Kelimanya adalah Kades Badrain, Kades Mekar Sari, Kades Bengkel, Kades Sembung dan Kades Merembu.

“Kami sepakat tidak ada lagi yang katanya perang petasan di sana” ungkap Kades Badrain, Romi Purwandi.

Romi memberikan klarifikasi, kejadian tersebut terjadi setelah sholat subuh. Ia menampik berita, bahwa kejadian bukan perang petasan. Tapi gaya para remaja saat ini seperti berkelahi.

“Bunyi-bunyian petasan di luar pantauan kita semua aparat Desa. Tetapi ini bentuk ekspresi mereka di jalur yang jauh dari pemukiman” katanya.

Lokasi perang petasan ini diperbatasan Desa Merembu dan Sembung. Namun tidak bisa dipastikan warga Desa lainnya hadir di perang petasan tersebut.

“Ini karena ada warga Desa tetangga kami yang datang. Bisa dari Dasan Tereng, Kerama Jaya atau di luar Desa tempat kejadian itu” tuturnya.

Kejadian tersebut kedepannya tidak begitu saja dibiarkan. Karena semua Desa sudah memberikan imbauan kepada masyarakat masing-masing. Tetapi dengan kejadian itu, lima Kepala Desa berkumpul untuk membahas langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak terulang.

“Kita sudah sepakati. Mulai Rabu pagi kita mulai melakukan upaya penertiban dengan kesepakatan. Kami minta jajaran polsek Narmada dan Labuapi bisa melakukan patroli. Lalu Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta Linmas dan BKD stand by melakukan penjagaan di titik-titik masuk” terangnya.

Romi menjelaskan, setelah kesepakatan antar lima Kades terbentuk. Sudah tidak ada lagi bunyi petasan yang terdengar.

“karena sudah ada kesepakatan diantara Kepala Desa dan semua warganya. Sekarang sudah tidak ada lagi bunyi petasan. Kami terus melakukan pengawasan” kata Romi.

Kepala Desa Sembung, H Ali Syahid juga sepakat dengan Kepala Desa lainnya. Bersama Kepala Desa lainnya sudah berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. Setelah itu, pada hari Senin situasi bisa dikendalikan seutuhnya dan tidak terdengar lagi bunyi petasan.

“Sudah ada kesepakatan dan semua mengerahkan kekuatan di lima Desa itu untuk sama-sama memback-up jangan sampai terjadi lagi kerumunan maupun ada anak-anak kita yang main petasan” jelasnya.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK menyampaikan, pihaknya dan seluruh Polsek jajaran mengatensi penuh kegiatan yang mengganggu kenyamanan warga masyarakat yang beribadah pada bulan Ramadhan.

“Khusus di perbatasan Desa Sembung dan Merembu itu kan kejadiannya hari Minggu. Sejak saat itu anggota sudah turun dan tidak terdengar lagi suara petasan di sana” katanya.(*)

 2 total views,  1 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Bupati Dompu Keluarkan Surat Edaran Panduan Idul Fitri 2021

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu Kader Jaelani mengeluarkan Surat Edaran (SE)  dengan Nomor 451.1.41/Kesra/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi...

Pastikan Semua Disiplin Patuhi Prokes, Gubernur NTB Kunjungi Pos Pengamanan Lebaran

MATARAM, PELITANEWS - Memastikan NTB dalam keadaan aman, tidak ada kerumunan berlebih, kemacetan dan kriminalitas, Gubernur DR Zulkieflimansyah didampingi Forkopimda mengunjungi pos pengamanan Idul...

Bupati Terbitkan Surat Edaran Larangan Mercon dan Kembang Api, Polsek Kediri Antisipasi Perang Mercon

KEDIRI, PELITANEWS - Polsek Kediri Polres Lombok Barat Polda NTB, segera mengambil langkah antisipasi tradisi maleman ke 27 Ramadhan atau perayaan perang mercon. Kapolsek Kediri...

Cipta Harkamtibmas jelang Hari raya Idul Fitri 1442 H, Polsek Khayangan himbau warga akan tindak tegas balap liar

LOMBOK UTARA, PELITANEWS - Pawas bersama anggota jaga Polsek Khayangan Polres Lotara melaksanakan Patroli Lumpia Antisipasi balap liar dan cek objek vital antisipasi 3C...
error: Content is protected !!