26 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,577,526
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 15:17
Beranda Khusus Johan : 8 Alasan Kenapa UU Cipta Kerja Harus Ditolak!

Johan : 8 Alasan Kenapa UU Cipta Kerja Harus Ditolak!

JAKARTA, PELITANEWS – Rapat paripurna DPR RI menyepakati pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang menuai polemik ditengah penanganan dampak covid-19 di negeri ini.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dalam sidang paripurna DPR RI bersama pemerintah menyampaikan dengan tegas penolakannya terhadap RUU Omnibus Law yang dinilai merugikan masyarakat.

Johan Rosihan,ST Anggota DPR RI Fraksi PKS dari dapil NTB I Pulau Sumbawa, dalam akun facebook miliknya mengunggah video tentang sikapnya menanggapi disahkannya RUU Cipta Kerja, Selasa, 7 Oktober 2020.

Anggota Komisi IV Bagian Pangan ini dalam videonya menyampaikan 8 alasan kenapa undang-undang Cipta Kerja harus ditolak dalam kacamata sektor pangan.

“Saya sampaikan ini agar publik tidak menganggap bahwa undang-undang ini hanya merugikan buruh, merugikan tenaga kerja, dan merusak sistem ketenagakerjaan kita, tetapi undang-undang ini juga adalah bentuk pengkhianatan terhadap upaya-upaya kita untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional” ujarnya.

Dalam video berdurasi 3 menit 37 detik tersebut, Bang Jo sapaan akrabnya menyampaikan 8 alasannya menolak undang-undang ini.
Pertama. Dengan undang-undang ini, kita harus impor pangan tidak terbendung. Bisa dilakukan kapan saja, termasuk ketika petani melakukan panen raya. Dampaknya, harga jagung jatuh dan petani menjadi sengsara.

Kedua. Undang-undang ini terlalu memanjakan para importir pangan.

Ketiga. Undang-undang ini menghapus denda bagi importir, sehingga merugikan kepentingan petani, karena impor pangan ini sangat mudah dilakukan dari pada menyerap produksi pangan hasil petani indonesia.

Keempat. Undang-undang ini berdampak merugikan petani, karena menyetarakn produk impor dengan produk dalam negeri yang akibatnya komoditas kita kalah bersaing terutama tanaman pangan dan hortikultura.

Kelima. Undang-undang cipta kerja akan mengancam kelangsungan usaha tani, karena memperbesar ketimpangan kepemilikan lahan dan praktek penggusuran demi atas nama investasi.

Keenam. Undang-undang ini berdampak mempercepat alih fungsi lahan dan mengancam keberadaan kelompok-kelompok tani kita.

Ketujuh. Undang-undang ini akan mempercepat terjadinya perubahan landscape tanah pertanian karena kewajiban menyediakan tanah pengganti dihapus di undang-undang ini.

Kedelapan. Undang-undang cipta kerja ini berorientasi membela kepentingan pelaku usaha pangan dan mengabaikan kepentingan petani sektor pangan. Undang-undang ini mewajibkan pemerintah memfasilitasi pengembangan usahan pangan tetapi tidak memberikan perlindungan dan membela petani dalam urusan tata niaganya.

Pada akhir videonya Johan Rosihan mempertegas bahwa ingin mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan maka harus menolak undang-undang cipta kerja.

“Siapa yang benar-benar ingin mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, maka wajib menolak undang-undang cipta kerja ini” tegasnya sambil mengepal tangan dan bertakbir. (p/np)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...

Pasar Ramadhan Esot Resmi Dibuka

LOMBOK TENGAH, PELITANEWS - Pasar Ramadhan Esot 2021 yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Nurul Yaqin Esot, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah secara resmi...

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021

DOMPU, PELITANEWS - Umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana hari ini, Selasa (13/4). Penting untuk memperhatikan jadwal imsak dan Subuh agar puasa...
error: Content is protected !!