26 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,577,526
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 15:17
Beranda Opini Dompu; Dulu, Sekarang dan Masa Depan

Dompu; Dulu, Sekarang dan Masa Depan

Oleh :
Ardi Firdiansyah
Mahasiswa Ilmu Pemerintah Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai orang Dompu yang sedang mengemban ilmu di tanah Jawa, saya sangat kesal ketika orang tidak mengetahui letak wilayah daerah yang dikenal dengan penghasil pertanian tersebut.

Pertanyaan yang sering muncul saat kita ngobrol dengan orang luar Dompu ialah, Dompu itu dimana? Dompu itu Bima? Pertanyaan itu membuat kita harus menjelaskan panjang kali lebar, setelah di jawab respon mereka sederhana dan kadang menjengkelkan. Ada yang jawab “oh gitu”, kadang ada juga yang jawab “ tetap tidak tau”. Mari kita analisis mengapa Dompu yang umurnya udah memasuki dua abat lebih hingga sekarang sulit diketahui oleh orang luar NTB bahkan orang NTB masih ada yang tidak tau.

Kesal bukan? Pastinya dong, tentu faktor yang membuat Dompu sulit dikenal ialah ada pada orang Dompu itu sendiri, mengapa? Karena kita lebih bangga memperkenalkan diri sebagai orang Bima dibanding dou Dompu (orang Dompu), emang punya bukti? Tentu, saya pernah mengalaminya sendiri, pertama ketika saya kuliah di salah satu kampus pelayaran yang ada di Jogja, waktu itu saya menjadi panitia Calon Taruna dan Calon Taruni ( Catar Catir) panggilan mahasiswa baru di kampus pelayaran.

Saat itu sebagai senior saya menyuruh mereka untuk memperkenalkan diri, awalnya tahap perkenalan diri berjalan lancar, hal itu dikarenakan para Catar dan Catir tidak ada yang mengaku orang Belanda atau diluar daerah mereka.

Namun seketika saya marah, saat salah satu Catar sebut saja namanya Mone, mengaku dirinya dari Bima padahal jelas-jelas dia adalah orang Dompu. sebagai hukumannya saya menyuruh dia Push Up, karena telah mengaku orang Bima. Kasus lain ialah ketika saya kuliah di Malang, waktu itu saya memilih pindah jurusan dari pelayaran ke Ilmu Pemerintahan karena alasan khusus.

Sebut saja namanya Mone Rangga, saat itu kita sedang menunggu jam dimulainya tes menjadi Mahasiswa Baru (Maba), saat asyik ngobrol dengan salah satu Calon Maba dari Jawa dari jauh saya melihat Mone Rangga sedang berdiri sendiri. Sebagai orang yang Humble saya menyamparinya, dan bertanya nama dan asalnya? Dia menjawab namanya dengan baik dan dia mengaku berasal dari Bima. Sontak saya mengeluarkan pertanyaan lanjutan, Mbojo Mana ta (Bima Mana )? Dengan muka bingung dia menjawab “ Dompu ta (Dompu)”,itu bukti bahwa dou Dompu kurang percaya diri dengan daerahnya sendiri.

Faktor lain mengapa Dompu sulit dikenal ialah tidak adanya musuem sebagai bukti bahwa Dompu ialah berbeda dengan Bima ataupun Sumbawa, Lombok, Ende dan lainnya.

Mengapa saya berani mengatakan hal tersebut? dalam buku “ Dana Dou Dompu (Tanah Orang Dompu) yang ditulis oleh Heryus Saputro Samhudi menjelaskan bahwa Dompu memiliki kerajaan tersendiri bahkan dalam buku tersebut dikatakan bahwa Dompu merupakan kerajaan tertua yang ada di NTB, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya temuan situs-situs mengalit dari zaman Batu Besar. Namn sayangnya kerajaan besar tersebut hilang pasca meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815, namun dalam buku tersebut rumah adat atau rumah raja-raja Dompu mulai hilang setelah dirobohkan oleh Jepang pada massa penjajahan.

Namun perlu diketahui juga bahwa Dompu merupakan wilayah yang sangat terkenal pada massanya, terbukti dengan adanya sumpa palapa yang dilakukan oleh Patih Gajah Mada pada tahun 1331 yang berbunyi “ Baru akan berhenti makan palapa, bila Gurun, Seram, Tanju, Pura, Haru, Pahang, Dompo (Dompu, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik sudah disatukan dalam satu kesatuan Nusantara di bawah Panji Maja Pahit”. Hal tersebut membuktikan bahwa Dompu pada masa lalu merupakan kerajaan yang sangat di segani di Nusantara, namun sangat disayangkan sisa-sisa peradaban itu tidak bisa dirawat dan disimpan dengan baik oleh pemerintah, Dompu telah menjadi kerajaan yang hilang dari peradaban dan kehilang rohnya.

Oleh karena itu harapannya kedepan Dompu bisa memiliki museum dan buku-buku sejarah yang bisa menjadikan pembelajaran bagi generasi penerus. Selain itu harapannya dengan adanya museum sebagai pusat pembelajaran sejarah Dompu membuat orang Dompu tidak malu lagi mengaku sebagai dou Dompu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...

Pasar Ramadhan Esot Resmi Dibuka

LOMBOK TENGAH, PELITANEWS - Pasar Ramadhan Esot 2021 yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Nurul Yaqin Esot, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah secara resmi...

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H/2021

DOMPU, PELITANEWS - Umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana hari ini, Selasa (13/4). Penting untuk memperhatikan jadwal imsak dan Subuh agar puasa...
error: Content is protected !!