25 C
Mataram
Kamis, April 15, 2021
Indonesia
1,583,182
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 23:02
Beranda Nasional APBN 2021 Fokus Pada 4 Hal Penting, Jokowi : Setiap Rupiah Harus...

APBN 2021 Fokus Pada 4 Hal Penting, Jokowi : Setiap Rupiah Harus Dibelanjakan Untuk Kepentingan Rakyat

MATARAM, PELITANEWS – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 direncanakan akan dialokasikan pada empat hal penting, yakni penanganan Covid19 dengan program vaksinasi, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, UMKM dan dunia usaha serta reformasi struktural dalam penggunaan anggaran.

“Setiap rupiah harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat. Kehati hatian dan akuntabilitas serta transparansi juga fleksibilitas dalam penggunaan penting”, ujar Presiden Joko Widodo di Istana Negara, saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada delapan kementerian serta dana Transfer Daerah dan Dana Desa.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini, diikuti Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si di Ruang kerja Gubernur, Rabu (25/11).

APBN 2021 sebesar 2.750 triliun tumbuh 0,4 persen dari tahun 2020. Meski demikian, sebut Presiden, kondisi ekonomi dan kesehatan secaea global masih diliputi ketidakpastian karena pandemi. Untuk melakukan pemulihan ekonomi, belanja pemerintah masih diandalkan sebagai daya ungkit dan berdampak besar. Oleh karena itu, Jokowi meminta para gubernur dan kementerian lembaga segera melakukan lelang pada desember untuk kuartal satu, Januari tahun depan. Terkait vaksinasi pada tahun depan, Presiden berharap dapat menumbuhkan keamanan dan geliat ekonomi masyarakat begitupula dengan bansos dan jaring pengaman sosial harus segera dicairkan awal Januari.

“Distribusi dan vaksinasi juga membutuhkan infrastruktur agar pemulihan ekonomi dan kesehatan berjalan lebih cepat”, tutup Jokowi.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani memaparkan, proses penyusunan UU APBN 2021 dilakukan tepat waktu dengan proses legislasi yang baik dan transparan dan diproyeksikan ekonomi tumbuh lima persen.

“APBN 2021 sebesar 2.750 triliun. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan pandemi”, kata Mulyani.

Mulyani merinci, 169,7 triliun untuk sektor kesehatan difokuskan untuk vaksin dan vaksinasi. 550 triliun untuk pendidikan dan 408,8 untuk jaring pengaman sosial.

Di bidang ekonomi, APBN fokus untuk prioritas pengembangan kawasan industri, food estate, padat karya, pariwisata, pertanian dan pertahanan dan keamanan dengan anggaran berbasis hasil.

Sedangkan Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar 795,5 triliun berbasis kualitas dan kontrol.

“Belanja kementerian dan lembaga sebesar 1032 triliun. Pada triwulan III 2020 terbukti tumbuh 9,8 persen karena akselerasi belanja pemerintah”, urai Mulyani. (hntb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kepala BNPB RI : Penanganan Hutan Gundul di NTB Harus Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

MATARAM, PELITANEWS - Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Monardo, penanganan bencana banjir akibat alih fungsi hutan di Provinsi NTB memerlukan...

Pemprov NTB Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan Dimasa Pandemi Covid-19

MATARAM, PELITANEWS - Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 M, di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan Surat...

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...
error: Content is protected !!