25 C
Mataram
Rabu, April 14, 2021
Indonesia
1,583,182
Total Kasus
Updated on 14/04/2021 23:02
Beranda Hukrim Anggota Polisi Pemeran Video Mesum RSUD Resmi Ditetapkan Tersangka, Pemeran Perempuan Masih...

Anggota Polisi Pemeran Video Mesum RSUD Resmi Ditetapkan Tersangka, Pemeran Perempuan Masih Terpapar Covid-19

DOMPU, PELITANEWS – Setelah polisi menetapkan 4 tersangka kasus video mesum yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, kini Polisi menetapkan tersangka ke 5 yaitu Oknum anggota polisi aktif Polres Dompu.

Setelah 4 tersangka sebelumnya dijerat UU ITE yaitu 2 tersangka diantaranya merupakan pegawai RSUD dan 2 tersangka lagi yang memviralkan dengan membagikan screenshoot video di media sosial . Sekarang tersangka, Briptu F yang merupakan pemeran video mesum RSUD dijerat undang-undang Karantina Kesehatan.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Ivan Roland Cristofel, STK mengungkapkan bahwa pemeran video mesum ruang isolasi tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan, Briptu F sudah kita tetapkan sebagai tersangka” ungkapnya.

Mengklarifikasi pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentang penahanan yang belum juga dilakukan terhadap anggota polisi pelaku video asusila terebut sementara 4 tersangka lain sudah ditahan AKP Ivan Roland Cristofel menjelaskan bahwa pelaku yang hanya mendapatkan ancaman dibawah 5 tahun tidak bisa dilakukan panahanan.

“Perlu digaris bawahi, ini ancaman hukumannya cuman satu tahun, kita tidak bisa melakukan penahanan, jangan disamakan, kok penyebar dan yang memviralkan ditahan sedangkan pemeran tidak ditahan. Harus difahami bahwa ancaman dibawah 5 tahun kita tidak bisa melakukan penahanan” jelasnya.

Sebagaimana ditegaskan sebelumnya oleh Kapolres Dompu bahwa pihaknya tidak tebang pilih dalam penanganan berbagai kasus, termasuk kasus yang dilakukan oleh oknum anggota POLRI berinisial F ini. Proses hukum tetap ditegakkan sesuai aturan hukum yang berlaku. Bahkan kemungkinan ia akan menjalani dua proses hukum.

“Dua proses yang akan dihadapi oleh oknum Polres tersebut yaitu proses disiplin atau kode etik yang ditangani Propam dan proses tindak pidana umum karantina kesehatan,” jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan perbuatan F telah mencoreng nama baik institusi Polri. Karena itu proses hukum harus tetap berjalan sesuai aturan. Namun demikian hak privasi dan hak asasinya sebagai manusia juga harus dihargai.

“perbuatan F telah mencoreng nama baik institusi Polri. Karena itu proses hukum harus tetap berjalan sesuai aturan”

Kasat Reskrim juga menyebutkan penyidik baru akan memeriksa terduga pelaku wanita di video tersebut hari kamis, 4 Desember karena masih terpapat covid-19.

“pemeran perempuan dalam video tersebut masih terpapar covid-19, rencananya kamis besok baru akan diperiksa” terangnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kepala BNPB RI : Penanganan Hutan Gundul di NTB Harus Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

MATARAM, PELITANEWS - Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Doni Monardo, penanganan bencana banjir akibat alih fungsi hutan di Provinsi NTB memerlukan...

Pemprov NTB Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan Dimasa Pandemi Covid-19

MATARAM, PELITANEWS - Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 M, di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan Surat...

Bupati Dompu Akan Gelar Safari Ramadhan 1442 H

DOMPU, PELITANEWS – Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu akan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke semua Kecamatan di Kabupaten Dompu. Hal ini ditegaskan...

Pemda Dompu Jamin Pelayanan Publik Dibulan Ramadhan Berjalan Lancar

DOMPU, PELITANEWS - Dalam rangka menjamin pelayanan publik selama bulan ramadhan tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu mengeluarkan surat edaran, senin (12/4). Surat edaran...
error: Content is protected !!